KONSER voiceless anthem #2 (save our palestine)

Date:
Saturday, July 17, 2010
Time:
12:30pm – 9:00pm
Location:
@taman ade irama suryani (taman topi) ,bogor

special performance :

GELGAMESH
BORN OF BELIAL
AUTICED (BDG)
RATTLE SNAKE (BDG)
ENDLESS SACRIFICE
GUNBLASTING (BDG)
MENOPHOUS (BDG)
LAST DYING FOR US
THIS SPRING OF DEATH
SCARABIUS
ORTHOMYXOVIRUS
UNFORGIVEN SIN
PREDATOR
SARCHOPHAGUS
GOD WITH BLASPHEMOUS
DESTINATION OF DREAMS
THE MYTH OF MINOTAUR
BEHIND THE DEATH
CRUXIFICTION
ALZAZEL (DPK)
FOLTERING OF STANDING
HYPROCRYTE
DRAG ME TO HELL

( GNA DANCER )

HTM Rp 10.000,-

DENGAN MEMBELI TIKET ANDA TELAH MENYUMBANG UNTUK SAUDARA-SAUDARA KITA DI PALESTINA.

Surat Mujahidah Palestina untuk Muslimah di Indonesia
12 Juli 2010

Pasca kepulangan tim Relawan Komat yang berangkat ke Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu, sebuah surat khusus dari mujahidah Palestina dititipkan melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc.

Surat tersebut berbahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Divisi Kajian Komat Palestina, ustadz Abul Miqdad Al-Madany. Berikut isi surat terbuka yang diperuntukkan kepada para muslimah di Indonesia ini.

Bismillahirrahmanirrahim
Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…
Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Amma ba’du…

Kami adalah saudari-saudari muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

Dari bumi Palestina,medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah (membina) anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah; karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?

Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina
Gaza, 29/6/2010. (ERAMUSLIM.COM)

oleh : Ahmad Khalifah (Ketua Lembaga Kemakmuran Masjid Al-Aqsha)

Mukaddimah

Baitul Maqdis adalah kota terbesar di Palestina maupun di wilayah Syam. Ia adalah kota paling tua yang dibangun manusia sampai saat ini. Peninggalan-peninggalan terbesar menunjukan bahwa kota ini sudah ada sejak enam ribu tahun yang lalu.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ketika ditanya oleh Abu Dzar Al-Gifari. Abu Dzar bertanya ya Rasulallah, masjid apa yang paling pertama dibangun ? Rasul menjawab, Masjid Al-Haram. Kemudian ku bertanya lagi, kemudian apa ? Rasul menjawab kemudian Masjid Al-Aqsha. Abu Dzar bertanya berapa jarak antara keduanya ? Nabi menjawab, 40 tahun. Kapan saja engkau mendapati masjid tersebut (al-Aqsha) maka shalatlah di dalamnya karena di sana ada keutamaan yang Allah janjikan. (HR. Bukhari )

Berarti masjid ini sudah dibangun sementara manusia belum ada. Atau masjid ini tidak pernah digunakan orang selama puluhan ribu tahun, hingga awal permukiman kota pada jamanya Romawi. Bangsa-bangsa saling memperebutkan kota ini. Ketika ada satu bangsa memakmurkanya kemudian bangsa lain menguasainya dan mengancurkanya. Kota ini sudah dibangun dan dihancurkan sebanyak tujuh kali.

Ketika para ilmuwan purbakala menggali peninggalan al-Quds, mereka menemukan sisa-sisa perdaban manusia dalam rentang waktu berabad-abad dalam kebudayaan yang berbeda. Namun sayang sisa-sisa kebudayaan tersebut kebanyakanya sudah hilang ditelan zaman. Bukan hanya karena waktu, juga dikarenakan tangan-tangan manusia yang senang berbuat kerusakan. Allah Ta’ala berfirman, “Apa yang menimpa kalian dari mushibah itu karena perbuatan tangan-tangan kalian… (As-Syura 30).

Adapun sejarah yang pernah mencatatnya, perlu beberapa catatan di dalamnya. Seperti keberadaan bangsa Yabusin yang pernah membangun pertama kali kota ini. Bangsa ini hidup diperkirakan pada 5000 tahun sebelum Masehi. Kota ini dulu dinamakan kota Yabus kemudian diganti dengan Godhet atau kota Dawud. Kota ini kemudian dikuasai oleh bangsa Yahudi pada tahun 1049 sebelum Masehi, sebelum datangnya bangsa Farsi pada tahun 586 SM yang mengusir mereka dari kota ini. Selanjutnya kota ini berada dalam pemerintahan Yunani pada kira-kira tahun 332 SM. Lalu bangsa Roma pada tahun 63 SM. Sementara itu Hedroyan mengklaim bahwa al-Quds telah dikuasai banga Eliya Kaptolina pada tahun 332 SM. Kemudian dikuasai bangsa Bizantium sejak tahun 330 SM.

Terakhir pada zaman penaklukan Islam yaitu pada tahun 636 M atau bertepatan dengan tahun 15 Hijriyah kota ini dibawah kekuasaan ummat Islam di bawah kakhalifahan Umar Ibnu Khottob. Umar lah yang pertama-pertama mengadakan perombakan kota tersebut dengan memakai metode modern yaitu dengan adanya pembagian tugas dan hak. Pembagian kewajiban serta perlindungan terhadap kaum Nashrani. Tetapi jangan sekali-kali Yahudi diperbolehkan tinggal di sana.

Teks Perjanjian Umariyah

Bismillahirrahmanirrahim

Hamba Allah, Umar Amirul Mukminin dengan ini memberikan keamanan bagi warga Eliya. Aku telah memberikan mereka keamanan bagi diri-diri mereka, harta-harta mereka, gereja-gereja mereka serta keturunan mereka. Orang-orang sakit ataupun yang sehatnya berikut ajaran keyakinanya mendapatkan perlindungan. Gereja mereka jangan diambil atau dihancurkan. Mereka tidak boleh diusir tidak juga terhadap keturunanya mereka atau sedikitpun harta-harat mereka. Mereka jangan dipaksa keluar dari agamanya. Tidak boleh dianiaya. Tetapi tidak ada seorang yahudi pun yang boleh tinggal di kota Eliya ini. Warga Eliya diwajibkan membayar jizyah, sebagaimana diperlakukan kepada warga Madain. Mereka harus memisahkan diri dari Romawi dan dari para pencuri. Barang siapa yang keluar diantara mereka, maka ia akan aman, dirinya dan hartanya hingga sampai tempat perlindungan dirinya. Barang siapa yang tinggal (di Eliya) maka dia juga akan aman. Bagi dirinya sebagaimana bagi warga Eliya terkait kewajiban Jizyah. Siapa saja dari warga Eliya yang mau pergi bersama Romawi dan keluar dari perjanjian ini bersama keturunanya, maka ia aman atas dirinya, keturunanya hingga ia sampai ke tempat perlindunganya. Barang siapa yang sudah ada di sana sebelum peristiwa (pembunuhan ini), maka ia bebas. Jika mau tinggal maka baginya sebagaimana warga Eliya dari Jizyah atau ia mau pergi bersama Romawi (terserah dia) barang siapa yang kembali ke keluarganya maka tidak boleh diambil darinya sedikitpun, hingga ia memanen tanamanya.

Tulisan ini adalah perjanjian dengan Allah, RasulNya, Para Khalifah Kaum Muslimin. Jika mereka memberikan apa yang diwajibkan bagi mereka berupa Jizyah. Hal ini disaksikan oleh Kholid bin Walid, Amer bin Ash, Abdurrahman bin Auf dan Muawiyah bin Supyan. Di tulis dan disaksikan pada tahun 15 H.

(bersambung)

http://www.infopalestina.com/

السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Siapa yang tidak kenal Napoleon Bonaparte? Jendral & Kaisar Prancis?
Mass media kebanyakan menutupi kenyataan bahwa ia seorang Muslim.
Menutupi bukti jika ia berpindah dari Katolik & kembali pada Fitrah Islam.

TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH!
DIA MENGATUR ALAM TANPA PENDAMPING!
(Napoleon Bonaparte, Kaisar & Jendral Prancis, 1793-1821

Inilah bukti jika semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah/suci
Yaitu ia telah mengakui bahwa Tuhan itu cuma 1
Maka saat ada ajaran Tuhan 3 tapi satu
Ini jelas bertentangan dengan hati nurani
Dengan itulah orang yang baru memeluk Islam
Maka ia bukan berpindah agama, tapi kembali pada fitrah Islam
Menyembah hanya pada 1 Allah saja….. TITIK !!!

Semoga ini menjadi renungan bagi “saudara”2 sekitar kita yang murtad hanya karena sekeping perak & seonggok cinta fana…

Sementara justru orang berada, intelektual, publik figur & para pemimpin dan justru para pemimpin + pemuka agama lain baik di barat maupun di timur malah masuk Islam dengan Ikhlas & sadar jika cuma Islam satu-satunya agama yang benar.

Lihat saudara2 kita yang miskin, mereka didatangi missionaries kristen & menawarkan sekeping harta agar saudara kita murtad, mari kita tengok & perhatikan saudara sekitar kita.

2,5% harta zakat kita berikan pada fakir miskin secara langsung. Ini akan lebih meresap dihati karena setiap ibadah adalah untuk menyucikan jiwa, zakat ialah syariat, tapi hakikatnya ia menyucikan jiwa dengan menghilangkan kikir, tamak, rakus, menumbuhkan rasa sayang sesama, ikhlas, menolong dan lainnya.

Ma’rifatnya ialah bersyukur pada Allah yang telah memberi begitu banyaknya nikmat yang tak terhingga dan lainnya.

Qs.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Perjalanan tim sampai masuk ke Gaza tidak dilewati dengan mudah, walaupun rombongan bersama 22 anggota DPR RI dan didampingi Kedubes RI. Perjalanan agak menegangkan ketika menuju Rafah, karena harus melewati 10 cek point tentara Mesir. Setelah sampai di Rafah kembali diperiksa berkali-kali jumlah orang dalam rombongan. Nanti setelah melewati perbatasan baru perjalanan dirasakan tenang.

Setiap orang dalam rombongan, dipasangkan selendang khas palestina sebagai penghargaan dari pemerintah setempat. Salah satu agenda dari rombongan adalah peletakan batu pertama Rumah Sakit Indonesia yang diberi nama Rumah Sakit Rayyan.

Masyarakat Gaza sangat terharu dan berterimah kasih kepada rombongan yang telah datang dan Masyarakat Indonesia dan Makassar atas perhatian, kepedulian yang besar dan bantuan yang diberikan.

Sebagai bentuk ucapan terima kasih, terkhusus untuk Muslimah, salah seorang Muslimah Gaza menulis sepucuk surat untuk Muslimah Makassar, yang diterima langsung oleh Wasekjend Komat Ustadz Muh. Ikhwan Abd.Jalil.

Kelangsungan kehidupan masyarakat Gaza pasca penyerangan tentara Israel dan blokade dalam keterbatasan. Salah satu contohnya, aliran listrik di daerah itu hanya bisa maksimal menyala empat Jam dalam sehari, hal ini diakibatkan terutama karena pasokan gas sebagai bahan bakar pembangkit listrik harus melewati pengawasan Israel, sehingga dengan mudah mereka permainkan.

Tetapi dengan keadaan itu mereka tetap optimis yang membuat mereka berjuang untuk bisa bertahan. Untuk menopang kemandirian, masyarakat menggalakkan pertanian, kebun, industri untuk kelangsungan perekonomian mereka..

Di sisi lain pemandangan di kota gaza sungguh sangat menggugah, ditengah blokade darat dan laut mereka tetap survive dengan keislaman dan iltizam (Istiqamah). Rombongan sempat melihat di tepi pantai anak-anak Gaza melakukan Mukhayyam (perkemahan) Tahfidzul Qur’an, padahal dari kejauhan kapal-kapal Israel terus mengintai, lewat 3 KM dari tepi pantai siapapun dari warga Gaza yang melintas akan ditembak.

Ketua Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina, Dr.Muqaddam Khalil serta tim dari Komat Palestina dan Wahdah Islamiyah, Ust.Ikhwan Abd.Jalil dan Dr.Paisal Abdillah serta sempat berbincang-bincang dengan Walikota Bait Lahiya, Izzuddin Abdazus tentang kondisi rakyat Gaza di bawah tenda darurat untuk menyambut Delegasi DPR RI dan NGO.

Masih Banyak sisa-sisa puin bangunan yang tampak, termasuk Gedung Parlemen di Gaza City yang rata dengan tanah. Tim dari Komat sempat foto bersama dengan Walikota di atas puing Bangunan Kantor tersebut.

Sewaktu pulang rombongan komisi I dan NGO diperlihatkan rumah-rumah tempat pengungsian yang sungguh sangat memilukan, dimana tenda atau puing-punig rumah gedung seukuran kira-kira dua kali ukuran wc rumah-rumah di Indonesia dihuni setiap keluarga.

Bantuan dari KNRP dan Komat Palestina dari Masyarakat Makassar dan Sulsel diserahkan secara langsung ke Walikota dan Perwakilan Anggota Parlemen Palestina. Sedangkan bantuan yang dibawa Delegasi DPR RI diserahkan untuk membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara.

Menurut Wasekjen Komat, yang sangat diperlukan sekarang adalah langkah-langkah politik agar blokade segera diakhiri, terutama bagaimana mesir bisa berperan. Disinilah letak peran strategis Indonesia untuk melakukan pendekatan ke Mesir.

Rombongan DPR di bawah Ketua Delegasi komisi I Bapak Tubagus Gumilang, setelah mengunjungi Gaza melanjutkan perjalanan ke Yordania, Suriah dan Libanon. Insya Allah Tim dari Komat Palestina dan KNRP akan kembali ke Indonesia Jumat (2/7).

Melalui kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Masyarakat Indonesia, Warga Makassar dan Sulsel atas bantuan yang diberikan untuk diserahkan langsung ke Gaza. Kepada KNRP serta pihak Pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI dan kepada semua pihak yang telah membantu. (Muh. Asyraf/Humas Komat Palestina)
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/di-gaza-listrik-hanya-menyala-4-jam-dalam-sehari.htm

Kalau tidak ada bocah berumur 15 tahun, mungkin bentuk kue donat tidak seperti saat ini. Bolongnya ditengah.
Pada tahun 1847, Hanson Crockett Gregory, bocah yang tinggal di Clam Cove, Maine, Amerika, melihat ibunya asyik membuat penganan favorit keluarga mereka, “roti goreng”, saat ibunya meletakkan roti-roti yang baru matang di piring, Hanson melihat bagian belum sematang bagian pinggir.
“Bagian tengah memang susah matangnya,” kata ibunya. Bocah itu kemudian mengambil pisau mencungkil bagian tengah roti sehingga membentuk sebuah lubang, dan berkata, “Nah, kita buang saja bagian tengahnya.” Dengan demikian donat dengan lubang pun lahirlah.
Hanson muda kemudian tumbuh menjadi seorang nahkoda kapal niaga, dan donat dengan lubang pun menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Banyak pihak lain yang mengklaim penemu lubang kue donat. Salah satunya High Eagle, seorang kepala suku Indian Wampanoag, yang mengatakan bahwa penemu lubang itu adalah leluhurnya mereka. Namun pada Oktober 1941, National Dunking Assosiation of America (NDAA) menyatakan, penemu lubang kue donat adalah Hanson Crocket Gregory.*

Sumber : _
Selasa, 29/06/2010 – 22:21

DEPOK, (PRLM).- Wakil Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Dato’ Haji Muhyiddin Haji Mohd Yassin menilai Indonesia patut dijadikan contoh sebuah negara demokratik. Bukan saja untuk tingkat Asia Tenggara melainkan seluruh dunia muslim.

“Soal bagaimana demokrasi dan pertanggungjawaban sosial dapat dilaksanakan dengan baik di Asia, saya pikir kita tidak harus melihat jauh ke Indonesia misalnya. Indonesia telah menjelma sebagai contoh terbaik sebuah negara demokratik, yang dinamis. Bukan saja di Asia tenggara malah di seluruh dunia muslim,” kata Muhyidin saat menyampaikan kuliah umum bertema “Demokrasi dan pertanggungjawaban sosial di Asia” di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Selasa (29/6).

Menurut Muhyiddin, penilaian tersebut didasarkan fakta. Meski Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku bangsa, agama dan golongan proses demokrasi di Indonesia berjalan relatif lebih tertib dan aman. Selain itu, juga didukung dengan keberadaan pers yang bebas dan bertanggungjawab. “Kepelbagaian (keberagaman, red) Anda dengan masyarakat sipil dinamis, dan media yang bertanggungjawab adalah sumber kekuatan di Indonesia,” kata dia.

Latar belakang masyarakat yang beragam, ungkap Muhyuddin, juga terjadi di Malaysia. Keberagaman tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan proses demokrasi di Malaysia. “Satu sisi, kami harus mengatasi ketidakseimbangan sosio ekonomi dengan mengangkat taraf ekonomi masyarakat majoriti (mayoritas) pribumi. Di sisi lain hak-hak dan kepentingan kaum minoriti (minoritas, non pribumi) juga perlu dilindungi. Cabaran (tantangan) ini bukanlah suatu yang mudah untuk dihadapi,” akunya.

Lebih lanjut dia mengatakan, proses demokrasi di Malaysia dapat berjalan dengan baik, sebagaimana Indonesia, dengan menjalankan sistem pemerintahan yang dinamis demi memenuhi aspirasi rakyat. Dalam menjalankan tugasnya, Pemerintah harus responsif dengan tetap menjaga keberagaman warganya. Lebih dari itu, sistem demokrasi yang baik yang dibangun pemerintah, harus mampu mengangkat taraf ekonomi rakyatnya. Tekait hal itu, kata dia, saat ini perdana menteri Malaysia telah mengumumkan langkah untuk melaksanakan sistem ekonomi liberal, dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan Malaysia.

“Demokrasi berfungsi dengan baik harus memberikan keutamaan kepada pencapaian ekonomi. Demokrasi tidak berati jika rakyat hidup dan merana,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Rektor UI, M Anis mengatakan transfer informasi antara Malaysia dan Indonesia harus terus dilaksanakan. Pasalnya, antara Malaysia dan Indonesia memiliki banyak kesamaan, sehingga harus saling berbagi untuk kemajuan bersama. “Forum ini sangat strategis, untuk kedua Negara. Malaysia dan Indonesia sama sama punya sumber daya manusia yang tinggi dan kemajemukan bangsanya,” kata (Plh) Rektor UI. (A-163/das)***

Rabu, 30 Juni 2010

BOGOR (Suara Karya): Demokrasi yang tidak terkendali dinilai hanya akan menjadi ajang pemuasan nafsu para elite penguasa. “Oleh karena itu, rakyat harus terus mengontrol pemerintah agar bekerja profesional dan akuntabel,” kata Direktur Eksekutif Center for Indonesia Reform Sapto Waluyo di Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/6) malam.
Pernyataan itu mengomentari gagasan Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin Yassin yang memberikan kuliah umum di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) bertema “Demokrasi dan Pertanggungjawaban di Asia”.
Acara itu merupakan kolaborasi antara “Center for Indonesia Reform” (CIR), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, dan Yayasan Generasi Baru Nusantara dengan dukungan Rektorat UI.
Wakil PM Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin Yassin saat memberikan kuliah umum di balai sidang UI bertema “Demokrasi dan Pertanggungjawaban di Asia menyatakan bahwa demokrasi penting, tetapi tidak bisa menyelesaikan semua masalah.
Ia mengatakan, tanggung jawab pemerintah yang terpilih secara demokratik adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, terutama warga miskin dan lemah.
Menurut dia, Indonesia adalah contoh terbaik dalam mengelola kebebasan untuk kemajuan bangsa, sebagaimana juga dilakukan di Malaysia. “Kita bersama berkontribusi untuk kemajuan Asia,” kata Muhyiddin di depan 300 sivitas akademika UI.
Dengan rujukan yang disampaikan Wakil PM Malaysia itu, menurut Sapto Waluyo, maka demokrasi bukanlah segala-galanya untuk bisa menjawab berbagai masalah sosial di masyarakat.
“Oleh karena itu, demokrasi dalam teori maupun praktik mesti selalu dikritis,” kata alumni Hubungan Internasional Universitas Airlangga (UI) yang menamatkan S-2 dengan kajian terorisme di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS) yang berada di lingkungan kampus Nanyang Technological University (NTU) Singapura tersebut.
CIR merupakan lembaga kajian strategi dan kebijakan, serta rujukan informasi untuk masalah ekonomi, politik, sosial-budaya, sains-teknologi, hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang didirikan pada 30 November 2001.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato` Haji Muhyiddin Haji Mohd Yassin mengatakan, ekonomi memegang peran penting dalam proses demokrasi di sebuah negara.
“Demokrasi di sebuah negara dapat tercipta jika pencapaian ekonomi di sebuah negara tinggi,” katanya.
Dia menyebutkan, kekuatan demokrasi Indonesia adalah pada masyarakat sipil yang dinamis dan media yang bertanggung jawab. Ini tidak jauh berbeda dengan gaya pemerintahan Malaysia yang fleksibel dan dinamis.
Ia menilai proses demokrasi di Indonesia sudah berjalan sangat baik. Bahkan menurut dia, Indonesia merupakan negara dengan sistem demokrasi terbaik di Asia. “Indonesia muncul sebagai contoh terbaik sebuah negara demokratis, bukan hanya di Asia Tenggara tetapi juga di dunia muslim,” ujarnya.
Menurut dia, demokrasi juga akan semakin tak bermakna jika sebuah negara memiliki hutang dan angka pengangguran yang tinggi.
“Model baru ekonomi Malaysia adalah liberalisasi ekonomi untuk meraih status negara berpendapatan tinggi, tingkatkan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (Feber S/Ant/Joko S)

JAKARTA (Pos Kota) – Asisten teritorial (Aster) Panglima TNI, Mayjen TNI Suprapto,SIP. memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Indonesia (K2N UI) 2010 di 11 pulau-pulau terdepan dan perbatasan,  di gedung Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Selasa, 29 Juni 2010.

Dalam pembekalannya, Aster Panglima TNI mengatakan kepada para mahasiswa bahwa  program  K2N  UI  di 11 titik daerah pulau terdepan merupakan kegiatan yang mempunyai nilai strategis karena daerah tersebut sulit dijangkau, terpencil dan memiliki jarak sangat jauh. Kondisi tersebut  membuat pembangunan di daerah agak tertinggal, bila di bandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Dengan kehadiran para mahasiswa di daerah tersebut, akan memberikan kontribusi yang berarti kepada masyarakat setempat, paling tidak  senantiasa memikirkan bagaimana  meningkatkan kesejahteraan rakyat setempat dan menumbuhkan kepedulian masyarakat, rasa gotong royong dalam membangun daerahnya serta dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa terhadap keikutsertaanya dalam proses pembangunan, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa untuk dijadikan wahana dalam proses pematangan berfikir, bertindak dan mengambil keputusan terhadap sesuatu yang akan  direncanakan.

Program ini diikuti oleh 117 mahasiswa, terdiri dari 37 mahasiswa dan 80 mahasiswi  terbagi dalam  24 kelompok,  tiap kelompok terdiri dari 5 orang mahasiswa. Setiap dua  kelompok melaksanakan tugas di satu daerah yang dijadikan sasaran dan  didampingi oleh dua dosen pembimbing . Daerah pulau terdepan yang dijadikan sasaran  adalah  P. Sabang, P. Tanjung Dato’, P. Subik Kecil, P. Sebatik, P. Morotai, P. Selaru, P. Lirang, P. Rote, P. Meos Bevondi, P. Emtikong dan  P. Merauke.

Sebelum mengakhiri pembekalannya Aster Panglima TNI memberikan atensi dan harapan kepada para mahasiswa sebagai berikut: pertama, agar kegiatan K2N UI  dapat berhasil sesuai rencana; kedua, tetap memelihara dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu mendapat bimbingan , petunjuk dan lindungan serta keselamatan; ketiga, agar memperoleh keberhasilan yang optimal dalam pelaksanaan K2N; dan keempat, sedini mungkin para mahasiswa agar mengetahui hal-hal yang terkait dengan adat istiadat setempat yang berlaku. Jika ada permasalahan seberat apapun dilapangan agar dipecahkan secara bersama-sama dan TNI di daerah akan senantiasa membantu dan mendukung progam K2N UI demi pengabdian terbaik kepada Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang kita cintai bersama.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil  Rektor  Bidang  Akademik dan Kemahasiswaan    Dr. Muhammad Anis, M. Met,  Dra. Sri Murni, M. Kes  dan Para Dosen UI dari masing masing Fakultas. (puspen/syamsir)

Senin, 28 Juni 2010Maraknya aksi porongrafi melalui berbagai media memberikan dampak yang tidak baik terhadap anak-anak. Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen,Fakultas Ekologi Manusia IPB, Tin Herawati, SP.,M.Si., khawatir terhadap perkembangan anak-anak, dan menandaskan bahwa keluarga merupakan faktor terpenting untuk membentenginya dari berbagai aksi yang merusak moral tersebut.

Pemaparan Tin tersebut disampaikan pada dialog sore RRI dengan mengusung tema: “Peran Keluarga dalam Membentengi Aksi Pornografi”, dengan presenter Yudha Permana di RRI Cabang Bogor, (15/6), Bogor.

Sebelum masuk ke dalam peran keluarga dalam membentengi terhadap aksi tersebut, Tin memaparkan alas an seseorang melakukan aksi pornografi, hingga sampai mendokumentasikannya. “Latar belakang mereka melakukan hal seperti itu bisa disebabkan dari tiga hal yaitu diri sendiri keluarga dan lingkungannya. Diri sendiri, biasanya agama yang kurang, memiliki kelainan perilaku karena yang bersangkutan pernah mengalami kekerasan seksual, pernah melihat kegiatan seksual pada masa kecil, serta pemahaman sex yang kurang,” ujar Tin.

Untuk faktor Keluarga, ia mengatakan kurangnya kontrol keluarga kepada anak dan tidak ada komunikasi dari kedua belah pihak. “Bagaimana kegiatan anak di luar, orang tua seperti ini biasanya tidak mau tahu, yang penting anaknya enjoy dan senang,” tambahnya.

Faktor lain yang mendorong seseorang melakukan aksi pornografi adalah Lingkungan. Tin mengakui, sekarang informasi tidak bisa dibendung, akibatnya segala kegiatan, tidak terkecuali ranah privacy orang bisa dilihat oleh publik.

Peran keluarga
Tin mengatakan, di sinilah fungsi keluarga harus ditingkatkan dengan cara mendampingi, membimbing dan berkomunikasi secara terbuka kepada anak. Sampaikanlah kepada anak komunikasi yang baik, dan selalu siap jika anak menanyakan sesuatu. “Memberikan pendidikan sex harus sesuai umurnya,”katanya.

Menurutnya, pola pengasuhan anak ada beberapa macam diantarannya adalah otoriter dan demokrasi. “Perilaku anak tergantung dari pengajaran orang tuanya. Anak menutup diri atau ceria itu juga akibat dari pengasuhan orang tua. Anak jangan terlalu dikekang, dan budayakan keterbukaan dan demokrasi” ujarnya. (man)

May 2017
S M T W T F S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031